timetotalks

Posted on Updated on

h1 a:hover {background-color:#888;color:#fff ! important;} div#emailbody table#itemcontentlist tr td div ul { list-style-type:square; padding-left:1em; } div#emailbody table#itemcontentlist tr td div blockquote { padding-left:6px; border-left: 6px solid #dadada; margin-left:1em; } div#emailbody table#itemcontentlist tr td div li { margin-bottom:1em; margin-left:1em; } table#itemcontentlist tr td a:link, table#itemcontentlist tr td a:visited, table#itemcontentlist tr td a:active, ul#summarylist li a { color:#000099; font-weight:bold; text-decoration:none; } img {border:none;}

timetotalks


Tapak Kaki Raksasa Hebohkan Aceh

Posted: 12 Feb 2010 06:44 AM PST

Ribuan warga dari berbagai desa di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, berduyun-duyun menyaksikan tapak kaki berukuran raksasa di pinggir Sungai Tamiang, Desa Gelung, Kecamatan Seruway.

“Itu merupakan fakta, dan saya sendiri menyaksikan sebuah tapak kaki berukuran panjang 95 centimeter dan lebar 40 centimeter di pinggir Sungai Tamiang,” kata Camat Kecamatan Seruway, Asra, saat dihubungi dari Banda Aceh, Jumat (12/2/2010) malam. Ia menyebutkan informasi tentang adanya tapak kaki mirip tapak kaki kiri manusia, namun ukurannya cukup besar itu, tersebar begitu cepat, sehingga masyarakat antusias berbondong-bondong menyaksikannya.

Asra menceritakan, kronologis ditemukan tapak kaki “raksasa” itu berawal dari seorang petani yang sedang menanam padi di areal sawahnya di desa tersebut pada Kamis (11/2) petang. “Awalnya, petani itu melihat sekitar 12 ekor sapi yang masuk ke areal sawah, kemudian petani tersebut mencoba mengusirnya.

Namun, tiba-tiba sapi itu hilang dari pandangan mata warga tersebut,” kata dia menjelaskan. Kemudian, petani tersebut kaget ketika menyaksikan sebuah tapak kaki berukuran besar dan temuannya langsung dilaporkan kepada warga lainnya. Selanjutnya, warga Desa Gelung berbondong-bondong menyaksikan tapak kaki raksasa yang ada di pinggir Sungai Tamiang.

Informasi tersebut terus berkembang sampai ke Kuala Simpang, ibukota Aceh Tamiang, sekitar 550 kilometer timur Kota Banda Aceh. Asra menjelaskan, sejak Jumat (12/2) pagi, ribuan warga dari berbagai kecamatan di Aceh Tamiang berbondong-bondong ingin menyaksikan fakta langka berupa tapak kaki raksasa di desa tersebut.

Menurut informasi, tapak kaki raksasa seperti itu pernah muncul di Desa Paya Udang, desa tetangga Gelung sekitar 1987. “Menurut cerita para orangtua, munculnya tapak kaki raksasa itu pernah terlihat di Desa Paya Udang. Munculnya tapak kaki raksasa dipahami masyarakat sebagai sebuah peringatan,” kata Camat Asra.

anjing terbesar didunia

Posted: 12 Feb 2010 03:30 AM PST

George memang tidak seperti anjing kebanyakan. Berdiri di dengan tinggi hampir 43 inci dari kaki hingga ke bahu. Berat badannya mencapai 245 kg. Apakah ia bisa menjadi anjing tertinggi di dunia?

Foto ini di ambil di sebuah kawasan yang terletak di taman Tucson, Arizona. Empat tahun sudah George dirawat David Nasser. Jika melihat foto ini George memang tampak lebih besar di bandingkan Dane. Bahkan Dane lebih pantas disebut sedang berpose dengan seekor kuda di bandingkan dengan seekor anjing.

George adalah seekor raksasa yang lembut. Jika diukur secara utuh mulai dari hidung ke ekor ia memiliki tinggi 7 kaki 3 inci. Jika saat ini ukuran George demikian, maka ia berpeluang untuk menyabet gelar sebagai anjing tertinggi di dunia.

George akan menyingkirkan pesaing utamanya, Gibson yang saat ini menjadi anjing tertinggi di dunia. Gibson adalah seekor anjing sulap, ia mati agustus lalu karena terkena kanker.

Sekarang pemilik George, David dan Christine Nasser, sedang menunggu konfirmasi dari Guinness World Records untuk melihat apakah ia telah mencapai tinggi yang di harapkan.

“Dia 42,625 inci pada bahu,” kata David.

“Dia sangat sangat unik.” lanjut David

Menurut David, George mengkonsumsi makanan 110 kg setiap bulan. Ia tidur sendirian di sebuah kasur berukuran Queen Size.

David dan Christine mengangkat George dari ketika ia berumur 7 minggu, tetapi tidak pernah mengharapkan ia tumbuh begitu besar.

Akhirnya pasangan harus memindahkan anjing mereka dari tempat tidur dan membelikanya tempat tidur baru. Awalnya mereka bertiga berbagi tempat tidur bersama. Namun kali ini tidak bisa lagi, karena ukuran badan George yang semakin besar.

Dr William Wallace dari Buena Pet Clinic di Tucson, yang menyaksikan dokumentasi yang diperlukan untuk catatan Guinness, berkata: “Dalam 45 tahun pengalaman bekerja dengan anjing keturunan raksasa, tanpa pertanyaan, George adalah anjing tertinggi yang pernah saya lihat. ‘

David saat ini bergegas untuk mendapatkan dokumen yang diperlukan ke dalam Guinness sebagai pemilik anjing terbesar.

Sementara mereka menunggu hasil yang akan datang di lengkapi. David memasang foto George di situs jejaring facebook dan twitter. Ia membuat sebuah account baru bernama “George” dengan sebutan telah ditemukan bintang baru.

Film Nelayan Aceh Ikut Festival di Prancis

Posted: 12 Feb 2010 03:21 AM PST

Sebuah film dokumenter menceritakan pentingnya hukum adat laut dan penyelesaian sengketa antarnelayan di Aceh yang diproduksi Panglima Laot Aceh dan Organisasi Pangan Dunia (FAO) masuk 16 besar festival film nelayan sedunia di Lorient, Prancis.

Film yang berjudul “Peujroh Laot”, menurut Sekjen Panglima Laot Aceh, Adli Abdullah akan diputar pada festival tersebut pada 11-13 Maret 2010. Film ini mengambil gambar di Aceh dan dibintangi grup “Empang Breuh” (kelompok komedian Aceh).

“Film ‘Peujroh Laot’ masuk 16 besar dari seratusan karya dokumenter yang akan mengikuti festival film nelayan sedunia,” ujar Adli Abdullah di Banda Aceh, Kamis (11/2).

Film yang disutradarai Ayah Doe itu, menceritakan pentingnya hukum adat laut dan penyelesaian sengketa antar nelayan di Aceh dan keterlibatan pengambil kebijakan serta semua komponen masyarakat dalam mempromosikan potensi perikanan maupun pengelolaan sumber daya di pesisir.

Sementara Coordinator ICSF dan penasihat khusus co-management FAO, John Kurien menilai “Peujroh Laot” sangat menarik karena kisah yang diangkat memberi informasi kepada orang luar mengenai Aceh. Film tersebut menjadi salah satu nominasi karena kisah yang dipaparkan merupakan tradisi turun temurun yang terus dijaga dan dirawat oleh generasi selanjutnya.

“Banyak hal yang bisa didapatkan dari film itu, seperti adat penyelesaian pertikaian dan berbagai potensi perikanan yang masih memiliki nilai jual untuk dikembangkan,” ujar Kurien.

Sedangkan seorang anggota panitia festival film dokumenter nelayan sedunia, Alain Le Sann menyebutkan film dokumenter tentang nelayan Aceh ini sangat komplit. Dimana, di dalamnya mengisahkan betapa pentingya pendidikan bagi anak nelayan, menjaga lingkungan, pemeliharan adat dan penyelesaian konflik. “Film yang dikemas dengan bahasa daerah menjadi nilai lebih bagi film itu,” ujar Saan sebagaimana ditirukan Adli.

Lorient Film Festival adalah festival yang diselenggarakan The Lorient Fishermen’s Committee, Prancis. Film yang masuk diseleksi dengan alkisah yang diangkat tentang kehidupan masyarakat nelayan, sedangkan umumnya yang menjadi nominasi adalah film dokumenter dan fiksi.

Maling Curi Ambulans Beserta Pasien

Posted: 12 Feb 2010 02:52 AM PST

seorang pria, nicholas pontillo, mencuri sebuah kendaraan. Pria 24 tahun itu melakukan tindak kriminal dalam keadaan mabuk.

Pria asal lake villa, illinois itu tidak menyadari, kalau kendaraan yang dicurinya adalah sebuah ambulans, lengkap dengan pasien dan paramedis di dalamnya.

Sebelumnya ambulan tersebut parkir di luar arena ski dan snowboarding tyrol bason, wisconsin. Pontillo diduga menyelinap ke dalam kendaraan tersebut, saat paramedis sedang sibuk merawat seorang remaja yang terluka akibat bermain ski.

Untungnya, ambulans tersebut tidak bisa ngebut. Pasalnya, rem darurat ambulans masih terpasang. Sehingga, pontilo tidak bisa keluar wilayah parkiran.

Sampai akhirnya polisi setempat meringkus pontilo. Pasien dan para paramedis pun berhasil diselamatkan.

Akibat perbuatannya, pontillo pun didakwa karena mencuri kendaraan dan juga mengemudi saat mabuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s